Pendidikan dasar, dan menengah merupakan pondasi untuk
pendidikan selanjutnya dan pendidikan nasional. Untuk itu aset suatu bangsa
tidak hanya terletak pada sumber daya alam yang melimpah, tetapi terletak pada
sumber daya alam yang berkualitas. Sumber daya alam yang berkualitas adalah
sumber daya manusia, maka diperlukan peningkatan sumber daya manusia Indonesia
sebagai kekayaan negara yang kekal dan sebagai investasi untuk mencapai
kemajuan bangsa.
Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh beberapa pakar tentang pendidikan bahwa proses pendidikan adalah proses interaksi antara masukan alat dan masukan mentah. Masukan mentah adalah peserta didik, sedangkankan masukan alat adalah tujuan pendidikan, kerangka, tujuan dan materi kurikulum, fasilitas dan media pendidikan, system administrasi dan supervisi pendidikan, sistem penyampaian, tenaga pengajar, sistem evaluasi serta bimbingan konseling
Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh beberapa pakar tentang pendidikan bahwa proses pendidikan adalah proses interaksi antara masukan alat dan masukan mentah. Masukan mentah adalah peserta didik, sedangkankan masukan alat adalah tujuan pendidikan, kerangka, tujuan dan materi kurikulum, fasilitas dan media pendidikan, system administrasi dan supervisi pendidikan, sistem penyampaian, tenaga pengajar, sistem evaluasi serta bimbingan konseling
Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi
persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya. Bantuan semacam itu
sangat tepat jika diberikan di sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke
arah yang semaksimal mungkin. Dengan demikian bimbingan menjadi bidang layanan
khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh
tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut.
Pengelolaan kelas adalah
keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal
dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Suatu
kondisi yang optimal dapat tercapai jika guru mampu siswa dan sarana pengajaran
serta mengedalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan
pengajaran. Disinilah kita dituntut sebagai guru atau pendidik mempunyai
peranan yang sangat penting dalam bidang bimbingan dan sebagai konselor. Karena
pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya
proses belajar mengajar.
Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha pengorganisasian lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajar yang menimbulkan proses belajar.
Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha pengorganisasian lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajar yang menimbulkan proses belajar.
Dalam proses belajar mengajar selain
mentransfer ilmu pendidikan, kita juga dituntut agar dapat sebagai Informator
(penyampai informasi), Organisator ( sebagai pengelola kegiatan akademik), Motivator
(guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk
mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta
(kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar),
Director, (guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa
sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan),
Inisiator, (guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar), Transmitter ( guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan),
Fasilitator, (guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar
Mediator, (guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa) dan guru sabagai
Evaluator (guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. Maka dari itu kita sabagai guru dan pendidik mari sama-sama kita tingkatkan lagi peranan-peranan kita baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Mudah-mudahan kita akan tetap menjadi panutan yang baik dan bijaksana bagi peserta didik kita… Amin
Inisiator, (guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar), Transmitter ( guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan),
Fasilitator, (guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar
Mediator, (guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa) dan guru sabagai
Evaluator (guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. Maka dari itu kita sabagai guru dan pendidik mari sama-sama kita tingkatkan lagi peranan-peranan kita baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Mudah-mudahan kita akan tetap menjadi panutan yang baik dan bijaksana bagi peserta didik kita… Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar