BUDAYA MEMBACA DENGAN MEDIA MASSA
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak
dari kata “Madiam”,
yang berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian media merupakan wahana
penyalur informasi atau penyalur pesan. Secara luas media dapat diartikan dengan manusia,
peristiwa benda atau peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh
pengetahuan dan keterampilan. Massa adalah masyarakat/kelompok manusia yang
bersatu karena dasar atau pegangan tertentu. Jadi media massa adalah sarana dan
saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada
masyarakat luas.
Dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah, media massa
sangat dibutuhkan. Selain sebagai penyalur informasi media juga sebagai sumber
belajar, seperti yang dikemukakan oleh Udin Saripudin dan Winataputra (199;65)
mengelompokkan sumber “belajar menjadi lima kategori yaitu : manusia, buku /
perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media pendidikan.
Karena
itu sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat
dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang. Di propinsi
Riau, banyak terdapat media massa yang dapat dijadikan sumber belajar seperti:
Riau Pos, Metro Riau, Tribun Pekanbaru, dan lain-lain.
Media
massa sangat membantu kita semua baik guru maupun murid dalam menggali ilmu
pengetahuan dan pengalaman misalnya bidang ilmu jurnalistik. Didalam media
massa banyak terkandung bagaimana cara
kita beretika dalam menulis, kemudian media juga sangat membantu kita untuk
menumbuhkan kembali budaya membaca kepada peserta didik, yang akhir-akhir ini
sudah mulai terkikis dengan adanya kemajuan teknologi seperti mambuat tulisan
di Handphon yang terlalu singkat.
Pada
kesempatan ini, penulis bukan sedang menyalahkan kemajuan teknologi, hanya saja
ingin mengingatkan kembali, bahwa kita jangan salah mengartikan dalam
menggunakan teknologi ini. Seperti kita lihat dewasa ini, peserta didik banyak
yang kurang dalam membaca, sehingga dalam mengerjakan soal ujian tidak sedikit
yang kurang paham dengan maksud dan tujuan soalnya. Yang akhirnya ini sangat
merugikan peserta didik itu sendiri.
Maka
dari itu, mari kita coba kembalikan budaya membaca kepada peserta didik kita.
Dengan harapan apabila dalam mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan
bahasa seperti membuat makalah, membuat karya ilmiah, dan mengerjakan soal
dapat berhasil dengan maksimal. Akhirnya kita berharap Semoga budaya membaca di
bumi Lancang Kuning ini dapat kembali kita tingkatkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar