Kamis, 04 September 2014

BUDAYA MEMBACA DENGAN MEDIA MASSA

Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “Madiam”, yang berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian media merupakan wahana penyalur informasi atau penyalur pesan. Secara luas media dapat diartikan dengan manusia, peristiwa benda atau peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Massa adalah masyarakat/kelompok manusia yang bersatu karena dasar atau pegangan tertentu. Jadi media massa adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.
Dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah, media massa sangat dibutuhkan. Selain sebagai penyalur informasi media juga sebagai sumber belajar, seperti yang dikemukakan oleh Udin Saripudin dan Winataputra (199;65) mengelompokkan sumber “belajar menjadi lima kategori yaitu : manusia, buku / perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media pendidikan.
Karena itu sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang. Di propinsi Riau, banyak terdapat media massa yang dapat dijadikan sumber belajar seperti: Riau Pos, Metro Riau, Tribun Pekanbaru, dan lain-lain.
Media massa sangat membantu kita semua baik guru maupun murid dalam menggali ilmu pengetahuan dan pengalaman misalnya bidang ilmu jurnalistik. Didalam media massa  banyak terkandung bagaimana cara kita beretika dalam menulis, kemudian media juga sangat membantu kita untuk menumbuhkan kembali budaya membaca kepada peserta didik, yang akhir-akhir ini sudah mulai terkikis dengan adanya kemajuan teknologi seperti mambuat tulisan di Handphon yang terlalu singkat.
Pada kesempatan ini, penulis bukan sedang menyalahkan kemajuan teknologi, hanya saja ingin mengingatkan kembali, bahwa kita jangan salah mengartikan dalam menggunakan teknologi ini. Seperti kita lihat dewasa ini, peserta didik banyak yang kurang dalam membaca, sehingga dalam mengerjakan soal ujian tidak sedikit yang kurang paham dengan maksud dan tujuan soalnya. Yang akhirnya ini sangat merugikan peserta didik itu sendiri.

Maka dari itu, mari kita coba kembalikan budaya membaca kepada peserta didik kita. Dengan harapan apabila dalam mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan bahasa seperti membuat makalah, membuat karya ilmiah, dan mengerjakan soal dapat berhasil dengan maksimal. Akhirnya kita berharap Semoga budaya membaca di bumi Lancang Kuning ini dapat kembali kita tingkatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar